04 March 2010

Inilah Penyakit Yang Menjadi Langganan Para Pelancong

Melancong ke berbagai kota atau negara, bukan cuma kesenangan yang didapat, tapi bisa-bisa penyakit. Hampir seluruh pelancong pernah merasakan sakit dalam perjalanan mereka. Survei terhadap 59.000 pelancong internasional menyebutkan pelancong wanita lebih sering mengalami gangguan perut. Sedangkan demam dan penyakit menular seksual banyak dialami pelancong pria.Dalam studi yang dilakukan oleh tim dari University of Zurich, Swiss, itu diketahui wanita lebih rentan terkena diare dan berbagai masalah pencernaan lain, flu, infeksi saluran kencing, serta reaksi sementara dari obat-obatan yang diminum untuk mencegah penyakit. Misalnya obat pencegah malaria.Sebaliknya dengan pelancong pria. Mereka lebih sering terserang demam, termasuk diantaranya infeksi yang dibawa nyamuk, ngengat, dan vektor penularan lain, seperti malaria, demam berdarah. Pria juga lebih sering menderita penyakit akibat ketinggian pegunungan, frostibite atau penyakit menular seksual.Untuk mencegah penyakit langganan tersebut, para peneliti menegaskan pentingnya mempersiapan obat-obatan untuk perjalanan internasional. Misalnya saja untuk pelancong wanita perlu memasukkan obat diare dalam koper mereka.Dalam penelitian ini para ahli mengumpulkan data dari 44 klinik medis di seluruh dunia, terutama yang sering menerima pasien pelancong atau kecelakaan, antara tahun 1997 dan 2007.Pelancong wanita juga diketahui lebih aktif mencari pengobatan untuk diare, sembelit, serta penyakit perut lainnya. Bandingkan dengan pelancong pria. Hanya tiga persen saja yang mengobati malaria atau penyakit demam lain yang ditularkan oleh nyamuk.Alasan mengapa pria lebih sering terkena penyakit dari nyamuk masih belum jelas. Namun para ahli berspekulasi ini disebabkan karena nyamuk lebih tertarik pada kulit pria. Seperti diketahui, serangga tertarik pada keringat berlebih. Selain itu keringat tersebut juga akan menghapus krim anti nyamuk yang dioles.

No comments:

Post a Comment