Pages
▼
04 March 2010
Kisah Sang Dewi Cinta Melawan Alzheimer dengan Melukis
Penyakit alzheimer adalah penyakit kehilangan ingatan paling esktrem yang tidak hanya membuat penderitanya pikun tapi juga kehilangan memori di kehidupan masa lalunya. Hal itu pula yang terjadi pada Rita Hayworth, artis terkenal Amerika yang dijuluki dewi cinta.Rita adalah salah seorang selebritas paling terkenal yang menderita alzheimer selain mantan Presiden AS Ronald Reagen. Reagen dan Rita adalah bintang film di zaman yang sama. Reagen bahkan sempat memuji kesabaran Rita menghadapi alzheimer saat dia meninggal dunia pada 1987. Tak tahunya Reagen pun terkena alzheimer hingga kematiannya pada tahun 2004.Rita yang kelahiran 17 Oktober 1918 terkena alzheimer saat usianya 54 tahun. Tidak diketahui apa penyebab sang dewi cinta terkena alzheimer. Namun Rita diketahui mengalami kecanduan alkohol yang sangat berat dan mengalami tekanan mental yang berat saat bisnisnya turun.Perilaku Rita ketika menderita alzheimer seperti mimpi buruk yang sulit bagi dirinya dan keluarga. Rita mengalami ketakutan, cemas dan gelisah serta tidak mampu mengingat apa-apa."Tanda pertama yang muncul adalah perasaan takut, perubahan mood yang ekstrem, paranoid, menelepon polisi karena ia mendengar suara pencuri dan selalu kebingungan. Sebagai anak saya merasa tak berdaya," ujar Yasmin Aga Khan, putri Rita dari suaminya yang ketiga, seperti dikutip dari Timesonline, Selasa (2/3/2010).Tapi saat penyakitnya semakin lanjut, Rita justru menemukan cara yang dapat menghibur suasana hatinya dan membuatnya menjadi bisa fokus. Rita tertarik pada satu hal yaitu lukisan. Saat pikirannya hancur, ia justru bisa menghasilkan karya yang indah."Begitu banyak orang yang mudah menyerah dengan penyakit ini, tapi ibu justru bisa menemukan sesuatu yang dapat menenangkan pikirannya serta membantunya untuk rileks dan itu didapatkan dari bidang seni yaitu dengan cara melukis," kata Yasmin yang merawat ibunya hingga kematiannya.Pengalaman Rita ini bisa membantu orang lain memahami bagaimana mendukung dan memperlakukan orang dengan alzheimer. Penyakit ini memang menyerang bagian otak yang bertanggung jawab terhadap logika, yaitu suatu fungsi eksekutif yang berusaha untuk menangani situasi kompleks.Pada kasus Rita, bagian otak yang tidak dirusak adalah penghargaannya terhadap gambar yang indah. Bagian dari otak yang berhubungan dengan emosi pada penderita alzheimer tidak akan rusak dengan cara yang sama. Bahkan respons emosional bisa saja meningkat.Dengan kata lain orang yang mengalami alzheimer masih bisa berkarya melalui seni, sastra, musik atau cinta. Pengembangan obat baru untuk alzheimer adalah bagaimana membantunya hidup sedikit lebih lama serta bagaimana membuat hidup ini lebih berharga untuk dijalani."Saat seseorang didiagnosis Alzheimer, maka orang tersebut sudah membayangkan masa depan yang hilang. Tapi tidak semuanya hilang, kita harus bisa melewati ketakutan dan kesedihan yang ada dengan melihat apa yang tersisa dari hidup ini untuk dimanfaatkan," ujar John Zeisel, pendiri yayasan perlindungan untuk penderita Alzheimer di Amerika Serikat.Satu hal yang harus diketahui oleh orang yang merawat penderita Alzheimer, yaitu jangan terus menerus memberikan pertanyaan yang bisa membuatnya bingung misalnya pertanyaan "Ibu, kau tahu siapa saya?". Tapi lebih baik mengucapkan, "Saya putri Anda dan saya sangat mencintaimu," sambil tersenyum, sehingga hal ini tidak akan membuatnya bertambah bingung.Orang yang memiliki Alzheimer harus tetap berguna, semakin efektifnya orang-orang yang peduli disekitar pasien akan menurunkan kebutuhan obat-obatan antipsikotiknya. Pada dasarnya orang disekitar penderita bisa meningkatkan kualitas hidupnya dan tak perlu berasal dari tim yang sangat terlatih untuk merawatnya.
No comments:
Post a Comment