Pages
▼
17 February 2010
Ini Yang Terjadi Pada Saat Tubuh Stres
Tubuh kita memiliki mekanisme pertahanan alami pada stres jangka pendek. Namun, bila stres berlangsung dalam jangka panjang, ini bisa jadi "lampu merah" bagi tubuh karena membuat tubuh jadi rentan pada penyakit. Dengan kata lain, stres sangat merugikan tubuh. Apa saja yang kerugian yang ditimbulkan oleh stres?SarafDalam menghadapi sesuatu yang mengancam, tubuh dan pikiran kita punya respon melawan atau ikut terseret. Respon itu dimulai sebagai berikut: Saat kita stres, bagian saraf simpatetik dalam otak akan mengirim hormon adrenalin, hormon kortisol dan hormon-hormon stres lainnya. Masalahnya, bila kondisi ini berlangsung terus-menerus, hormon-hormon tadi bisa mengganggu kemampuan mengingat dan belajar sehingga kita rentan depresi.EndokrinHormon stres akan memicu organ hati (liver) untuk memproduksi lebih banyak lagi gula darah supaya Anda punya cadangan energi untuk berjaga-jaga pada kondisi bahaya. Stres dimaknai oleh tubuh sebagai kondisi bahaya. Tetapi jika "bahaya" itu merupakan sebuah dilema jangka panjang dan Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terkena diabetes, maka glukosa darah yang tinggi ini akan mempercepat tarjadinya diabetes.PernapasanPada saat Anda merasa sangat emosional dan stres, Anda akan mendapati napas menjadi cepat atau justru bernapas pendek-pendek dan tersengal. Jika kondisi ini sering terjadi, ketegangan pada sistem pernapasan akan membuat Anda lebih rentan pada infeksi saluran napas atas.KardiovaskularKetegangan yang bersifat sesaat, seperti menghadapi wawancara kerja, akan membuat jantung berdetak lebih kencang dan tekanan darah naik. Nah, stres jangka panjang, bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan kadar kolesterol sehingga Anda lebih rentan terkena penyakit jantung atau stroke.ReproduksiPanjang pendeknya siklus menstruasi juga dipengaruhi oleh stres. Stres yang tinggi bisa membuat bakteri vagina lebih senang berkembang biak. Pada ibu hamil, kondisi ini bisa meningkatkan risiko asma dan alergi pada anak.Sistem imunStres jangka pendek sebenarnya ada manfaatnya juga, yakni meningkatkan sistem imun tubuh. Tetapi, stres yang terus berlanjut bisa membuat kondisi jadi berbalik, yakni memperlambat proses penyembuhan, membuat tubuh rentan infeksi, serta memperburuk kondisi kulit, seperti jerawat, eksim, atau gatal.PencernaanBila Anda merasa mual, perut kembung dan terasa terbakar, boleh jadi itu bukan karena salah makan. Penelitian menunjukkan stres bisa merangsang otot-otot perut dan bisa menyebabkan sembelit atau diare.Otot-ototSering merasa pegal-pegal di punggung, leher atau sakit kepala? Coba cek apakah akhir-akhir ini Anda sedang menghadapi situasi yang stres. Pasalnya, saat tubuh berada dalam kondisi terancam, otot akan ikut meresponnya. Tak heran bila persendian ikut tegang.
No comments:
Post a Comment