12 January 2012

Review game Angry birds for pc

Review game Angry birds for pc
Setelah beberapa kali memainkan game Angry birds di laptop ada perasaan yg berbeda, lebih puas karena ukuran layar 14 inch bila di bandingkan dgn hp android ataupun phone, jelas dari ukuran game nya pun berbeda mulai dari 28mb, smp 49mb, cara memainkannyapun mudah, dgn menggunakan mouse terasa lebih detail daripada menggunakan sentuhan jari pada hp touch screen, tinggal arahkan kursor yg berbentuk telapak tangan, klik kanan mouse dan tahan, arahkan burung dgn menggerakan mouse sambil tahan klik kanan mouse, selanjutnya lepas, burungpun meluncur. Animasi yg halus diperlukan spek min 512 mb ram, 1ghz cpu, min windows xp2.
Sejauh ini baru Angry birds season versi 2.0.0 yg sudah full version, sedangkan seri yg classic dan rio msh yg demo version, bedanya ada beberapa level yg di lock di demo version, Jd kurang asyik. Ok sekian dulu review ane kali ini,p salam tekhnologi
Review game Angry birds for pc
Setelah beberapa kali memainkan game Angry birds di laptop ada perasaan yg berbeda, lebih puas karena ukuran layar 14 inch bila di bandingkan dgn hp android ataupun phone, jelas dari ukuran game nya pun berbeda mulai dari 28mb, smp 49mb, cara memainkannyapun mudah, dgn menggunakan mouse terasa lebih detail daripada menggunakan sentuhan jari pada hp touch screen, tinggal arahkan kursor yg berbentuk telapak tangan, klik kanan mouse dan tahan, arahkan burung dgn menggerakan mouse sambil tahan klik kanan mouse, selanjutnya lepas, burungpun meluncur. Animasi yg halus diperlukan spek min 512 mb ram, 1ghz cpu, min windows xp2.
Sejauh ini baru Angry birds season versi 2.0.0 yg sudah full version, sedangkan seri yg classic dan rio msh yg demo version, bedanya ada beberapa level yg di lock di demo version, Jd kurang asyik. Ok sekian dulu review ane kali ini,p salam tekhnologi

Tes

--- Sent with System SEVEN - the new generation of mobile messaging

08 August 2011

Ceramah pg,11 Amalan Ketika Berbuka Puasa

Ketika berbuka puasa sebenarnya terdapat berbagai amalan yang membawa kebaikan dan keberkahan. Namun seringkali kita melalaikannya, lebih disibukkan dengan hal lainnya. Hal yang utama yang sering dilupakan adalah do'a. Secara lebih lengkapnya, mari kita lihat tulisan berikut seputar sunnah-sunnah ketika berbuka puasa:
1 - Menyegerakan berbuka puasa

Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dalam hadits yang lain disebutkan,

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

"Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa." (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih). Inilah yang ditiru oleh Rafidhah (Syi'ah), mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan mereka. (Lihat Shifat Shoum Nabi, 63)

Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air." (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)
2 - Berbuka dengan rothb, tamr atau seteguk air

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb amat enak dinikmati. Namun kita jarang menemukan rothb di negeri kita karena kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah kurma kering (tamr). Jika tidak ada rothb, barulah kita mencari tamr (kurma kering). Jika tidak ada kedua kurma tersebut, maka bisa beralih ke makanan yang manis-manis sebagai pengganti. Kata ulama Syafi'iyah, ketika puasa penglihatan kita biasa berkurang, kurma itulah sebagai pemulihnya dan makanan manis itu semakna dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada lagi, maka berbukalah dengan seteguk air. Inilah yang diisyaratkan dalam hadits Anas di atas.
3 - Sebelum makan berbuka, ucapkanlah 'bismillah' agar tambah barokah

Inilah yang dituntunkan dalam Islam agar makan kita menjadi barokah, artinya menuai kebaikan yang banyak.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala (yaitu membaca 'bismillah'). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: "Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)"." (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ »

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?" Beliau bersabda: "Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri." Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda: "Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya." (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama'ah (bersama-sama).
4 - Berdo'a ketika berbuka "Dzahabazh zhoma-u …"

Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: 'Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)'." (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

Do'a ini bukan berarti dibaca sebelum berbuka dan bukan berarti puasa itu baru batal ketika membaca do'a di atas. Ketika ingin makan, tetap membaca 'bismillah' sebagaimana dituntunkan dalam penjelasan sebelumnya. Ketika berbuka, mulailah dengan membaca 'bismillah', lalu santaplah beberapa kurma, kemudian ucapkan do'a di atas 'dzahabazh zhoma-u …'. Karena do'a di atas sebagaimana makna tekstual dari "إِذَا أَفْطَرَ ", berarti ketika setelah berbuka.

Catatan: Adapun do'a berbuka, "Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)" Do'a ini berasal dari hadits hadits dho'if (lemah). Begitu pula do'a berbuka, "Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthortu" (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka), Mula 'Ali Al Qori mengatakan, "Tambahan "wa bika aamantu" adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do'a tersebut shahih. Sehingga cukup do'a shahih yang kami sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.
5 - Berdo'a secara umum ketika berbuka

Ketika berbuka adalah waktu mustajabnya do'a. Jadi janganlah seorang muslim melewatkannya. Manfaatkan moment tersebut untuk berdo'a kepada Allah untuk urusan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

"Ada tiga orang yang do'anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do'a orang yang terzholimi." (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do'a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194).
6 - Memberi makan berbuka

Jika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)
7 - Mendoakan orang yang beri makan berbuka

Ketika ada yang memberi kebaikan kepada kita, maka balaslah semisal ketika diberi makan berbuka. Jika kita tidak mampu membalas kebaikannya dengan memberi yang semisal, maka doakanlah ia. Dari 'Abdullah bin 'Umar, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

"Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do'akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya." (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

"Allahumma ath'im man ath'amanii wa asqi man asqoonii" [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]" (HR. Muslim no. 2055)
8 - Ketika berbuka puasa di rumah orang lain

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa'ad bin 'Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

"Afthoro 'indakumush shoo-imuuna wa akala tho'amakumul abroor wa shollat 'alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo'akan agar kalian mendapat rahmat]." (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)
9 - Ketika menikmati susu saat berbuka

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

"Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: "Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath'imnaa khoiron minhu" (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: "Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu" (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu." (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)
10 - Minum dengan tiga nafas dan membaca 'bismillah'

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata,

كان يشرب في ثلاثة أنفاس إذا أدنى الإناء إلى فيه سمى الله تعالى وإذا أخره حمد الله تعالى يفعل ذلك ثلاث مرات

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta'ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta'ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali." (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)
11 - Berdoa sesudah makan

Di antara do'a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah do'a yang diajarkan dalam hadits berikut. Dari Mu'adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: "Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin" (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)

Namun jika mencukupkan dengan ucapan "alhamdulillah" setelah makan juga dibolehkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

"Sesungguhnya Allah Ta'ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum" (HR. Muslim no. 2734) An Nawawi rahimahullah mengatakan, "Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan "alhamdulillah" saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah." (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)

Demikian beberapa amalan ketika berbuka puasa. Moga yang sederhana ini bisa kita amalkan. Dan moga bulan Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Wallahu waliyyut taufiq.

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

04 August 2011

Dimanakah Allah ? – Ini Jawaban Al-Imaam Maalik Bi n Anas Rahimahullah

Permasalahan 'dimanakah Allah' adalah permasalahan krusial yang di jaman dulu para imam kita dari kalangan salaf mudah menjawabnya dengan jawaban sederhana, namun menjadi susah oleh generasi setelahnya. Generasikhalaf, terutama yang berafiliasi dengan kelompok Asyaa'irah, membuat aneka jawaban yang susah untuk dimengerti, mempersulit diri sendiri. Dulu, ketika Nabishallallaahu 'alaihi wa sallambertanya kepada seorang budak wanita 'dimanakah Allah', dengan mudah dijawab : 'Di atas langit'. Beliaushallallaahu 'alaihi wa sallampun membenarkannya.[1]Tidak terkecuali Imam Daaril-Hijrah, Maalik bin Anasrahimahullah. Beliau pun – sebagaimana salaf beliau dari kalangan shahabat dantaabi'iin– menjawab dengan jawaban yang mudah, ringkas, dan jelas. Berikut riwayatnya :حدثني أبي رحمه الله حدثنا سريج بن النعمان حدثنا عبدالله بن نافع قال كان مالك بن أنس يقول الايمان قول وعمل ويقول كلم الله موسى وقال مالك الله في السماء وعلمه في كل مكان لا يخلو منه شيءTelah menceritakan kepadaku ayahkurahimahullah: Telah menceritakan kepada kami Suraij bin An-Nu'maan : Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Naafi', ia berkata : "Maalik bin Anas pernah berkata : 'Iman itu adalah perkataan dan perbuatan, Allah berbicara kepada Muusaa,Allah berada di langit dan ilmu-Nya ada di setiap tempat – tidak ada sesuatupun yang luput dari-Nya" [Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin Ahmad dalamAs-Sunnah, hal. 280 no. 532; shahih].Diriwayatkan juga oleh Abu Daawud dalamMasaail-nya hal. 263, Al-Aajuriiy dalamAsy-Syarii'ah, 2/67-68 no. 695-696, Al-Laalikaa'iy dalamSyarh Ushuulil-I'tiqaadhal. 401 no. 673, Ibnu 'Abdil-Barr dlamAt-Tamhiid7/138, dan Ibnu Qudaamah dalamItsbaatu Shifaatil-'Ulluwhal. 166 no. 76.Suraij bin An-Nu'maan bin Marwaan Al-Jauhariy, Abul-Hasan (atau Abul-Husain) Al-Baghdaadiy; seorang yangtsiqah, sedikit melakukan kekeliruan. Wafat tahun 117 H [Taqriibut-Tahdziib, hal. 366 no. 2231].'Abdullah bin Naafi' bin Abi Naafi' Ash-Shaaigh Al-Makhzuumiy, Abu Muhammad Al-Madaniy; seorang yangtsiqah,shahiihul-kitaab, namun pada hapalannya terdapat kelemahan (layyin). Wafat tahun 206 H [idem, hal. 552, no. 3683].Namun, kalangan Asyaa'irah[2]lagi-lagi berusaha menafikkanatsarini. Merekamelemahkannya darifaktor 'Abdullah bin Naafi', karena sebagianhuffadhmengkritik hapalannya. Namun alasan ini tidaklah valid. Disamping pujian ulama tentang ketsiqahannya secara khusus[3], maka ia juga dikenalshaahibuMaalik dalam periwayatandan lebih diutamakan dibanding yang lainnya.Ibnu Sa'drahimahullahberkata :كان قد لزم مالك بن أنس لزوما شديدا لا يقدم عليه أحد"Ia melazimi Maalik bin Anas dengan amat sangat, tidak ada seorang pun yang mendahuluinya".Ibnu 'Adiyrahimahullahberkata :روى عن مالك غرائب ، و هو فى رواياته مستقيم الحديث"Ia meriwayatkan beberapa riwayatghariibdari Maalik. Dan ia dalam riwayatnya (Maalik)mustaqiimul-hadiits".Ibnu Ma'iinrahimahullahberkata :وعبد الله بن نافع ثبت فيه"Dan 'Abdullah bin Naafi'tsabtdalam riwayat Maalik".Ahmad bin Hanbalrahimahullahberkata :كان عبد الله بن نافع أعلم الناس برأى مالك و حديثه ، كان يحفظ حديث مالك كله ثم دخله بآخرة شك"'Abdullah bin Naafi' adalah orang yang paling mengetahui tentang pendapat dan hadits Maalik. Ia menghapal semua hadits Maalik, namun timbul keraguan di akhir hayatnya".Abu Daawudrahimahullahberkata :وكان عبد الله عالما بمالك ، و كان صاحب فقه"'Abdullah adalah seorang 'aalimtentang Maalik, seorang ahli fiqh".Ahmad bin Shaalih Al-Mishriyrahimahullahberkata :كان أعلم الناس بمالك، و حديثه"Ia adalah orang yang paling mengetahui tentang Maalik dan haditsnya".[lihat :Tahdziibut-Tahdziib, 6/52].Dan khusus Al-Imaam Ahmad (yang perkataannya di atas sering dijadikan alasan untuk melemahkanatsarini), maka beliau menyepakati apa yang dikatakan Al-Imaam Maalik bin Anasrahimahullahdengan periwayatan dari 'Abdullah bin Naafi' ini.حدثنا أبو الفضل جعفر بن محمد الصندلى قال : حدثنا الفضل بن زياد قال : سمعت أبا عبد الله أحمد بن حنبل يقول : قال مالك بن أنس : الله عز وجل في السماء وعلمه في كل مكان ، لا يخلو منه مكان ، فقلت : من أخبرك عن مالك بهذا ؟ قال : سمعته من شريح بن النعمان ، عن عبد الله بن نافعTelah menceritakan kepada kami Abul-Fadhl Ja'far bin Muhammad Ash-Shandaliy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-Fadhl bin Ziyaad, ia berkata : Aku mendengar Abu 'Abdillah Ahmad bin Hanbal berkata : Telah berkata Maalik bin Anas : "Allah'azza wa jallaberada di langit dan ilmu-Nya ada di setiap tempat. Tidak ada sesuatupun yang luput dari-Nya". Lalu aku (Al-Fadhl bin Ziyaad) berkata : "Siapakah yang mengkhabarkan kepadamu dari Maalik perkataan ini ?". Ahmad berkata : "Aku mendengarnya dari Syuraih bin An-Nu'maan, dari 'Abdullah bin Naafi'" [Diriwayatkan oleh Al-Aajuriiy dalamAsy-Syarii'ah, no. 696].Dan kemudian ia (Ahmad) berhujjah dalam masalah 'aqidah ini seperti dikatakan Maalik, sebagaimana terdapat dalam riwayat :فقال يوسف بن موسى القطان شيخ أبي بكر الخلال قيل لأبي عبد الله : الله فوق السماء السابعة على عرشه بائن من خلقه وقدرته وعلمه بكل مكان قال : نعم هو على عرشه ولا يخلو شيء من علمهTelah berkata Yuusuf bin Muusaa Al-Qaththaan, syaikh Abu Bakr Al-Khallaal : Dikatakan kepada Abu 'Abdillah : "Apakah Allah berada di atas langit yang tujuh, di atas 'Arsy-Nya, berbeda dengan makhluk-Nya, serta kekuasaan-Nya dan ilmu-Nya ada di setiap tempat ?". Ia (Ahmad) menjawab : "Benar, Allah ada di atas 'Arsy-Nya, tidak ada sesuatupun yang luput dari ilmu-Nya" [Diriwayatkan oleh Al-Khallaal sebagaimana disebutkan oleh Adz-Dzahabiy dalamAl-'Ulluwhal. 130; shahih].Banyak riwayat-riwayat Al-Imam Ahmad yang menjelaskan hal yang semisal.Al-Laalikaa'iyrahimahullahberkata :وقال عز وجل (يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُالصَّالِحُ يَرْفَعُهُ) وقال : (أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ) وقال : (وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً) فدلت هذه الآيات أنه تعالىفي السماء وعلمه بكل مكان من أرضه وسمائه . وروى ذلك من الصحابة : عن عمر ، وابن مسعود ، وابن عباس ، وأم سلمة ومن التابعين : ربيعة بن أبي عبد الرحمن ، وسليمان التيمي ، ومقاتل بن حيان وبه قال من الفقهاء : مالك بن أنس ، وسفيان الثوري ، وأحمد بن حنبل"Dan Allah'azza wa jallaberfirman :'Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya'(QS. Faathir : 10).'Apakah kamu merasa aman terhadapAllah yang di langitkalau Dia hendak menjungkir-balikkan bumi beserta kamu sekalian, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang'(QS. Al-Mulk : 16). 'Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga'(QS. Al-An'aam : 61). Maka ayat-ayat ini menunjukkan bahwasannyaAllahta'alaberada di atas langit dan ilmu-Nya berada di setiap tempat di bumi dan langit-Nya. Dan diriwayatkan hal itu dari kalangan shahabat : 'Umar, Ibnu Mas'uud, Ibnu 'Abaas, Ummu Salamah; dan dari kalangantabi'iin: Rabii'ah bin Abi 'Abdirrahmaan, Sulaimaan At-Taimiy, Muqaatil-bin Hayyaan; dan dengannya dikatakan oleh parafuqahaa':Maalik bin Anas, Sufyaan Ats-Tsauriy, danAhmad bin Hanbal" [Syarh Ushuulil-I'tiqaad, hal. 387-388].Ibnu 'Abdil-Barrrahimahullahmenjelaskanijma'perkataan Al-Imaam Maalik di atas dengan perkataannya :علماء الصحابة والتابعين الذين حمل عنهم التأويل قالوا في تأويل قوله عز وجل (مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ) هو على العرش، وعلمه في كل مكان، وما خالفهم في ذلك أحد يحتج بقوله"'Ulama dari kalangan shahabat dan taabi'iin yang diambilta'wilmereka berkata tentangta'wilfirman-Nya'azza wa jalla: 'Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya'(QS. Al-Mujaadilah : 7) : 'Allah berada di atas 'Arsy, dan ilmu-Nya berada di setiap tempat'.Tidak ada seorangpun yang dijadikan hujjah perkataannya yang menyelisihi mereka" [Itsbaatu Shifaatil-'Ulluwoleh Ibnu Qudaamah, hal. 166 no. 77].Perlu dicatat, Ibnu 'Abdil-Barrahimahullahadalahfuqahaa'dan ahli-hadits madzhab Maalikiyyah yang tentunya lebih mengetahui madzhab Al-Imaam Maalik dibandingkan lainnya.Kesimpulannya : Shahih perkataan Al-Imaam Maalik bin Anasrahimahullahbahwasannya Allahta'alaberada di atas langit, dan ilmu-Nyalah yang berada di setiap tempat. Inilah madzhab salaf, bukan madzhab Asyaa'irah.Wallaahu a'lam.[abul-jauzaa' – perum ciper, ciomas, bogor – 1432 H].NB : Kira-kira, orang-orang Asyaa'irah jika ditanya : 'dimanakah Allah ?' dapat langsung bergegas menjawab : 'di atas langit' gak ya ?.

Cara Mengatasi Cemburu

Setiap individu yang bercinta pasti pernah merasakan cemburu. Cemburu terbagi atas 3 jenis yaitu:cemburu yang sehat, cemburu tanda sayang dan cemburu buta. Untuk cemburu yang sehat dan cemburu tanda sayang tidak perlu diatasi karena tidak akan jadi masalah malah sebaliknya sangat dibutuhkan dalam suatu hubungan asmara. Nah kalau cemburu buta harus diatasi, bagaimana cara mengatasinya yuk kita simak tip berikut ini:Saling bertoleransi: toleransi dengan pasangan memang sangat diperlukan. Utamakan komunikasi dalam menyelesaikan masalah. Jangan menghukum pasangan karena kesalahan yang dilakukannya karena sebagai manusia biasa kita tidak pernah lepat dari kesalahan. Contoh: cemburu biasanya dikaitkan dengan munculnya orang ketiga, jika masalah ini yang terjadi dengan anda dan pasangan maka ada baiknya anda berdua bicara dari hati kehati. Tanyakan pada pasangan anda apakah dia masih menyayangi anda atau tidak. Jika tidak ditemukan penyelesaian setelah bicara dari hati ke hati maka carilah perantara yaitu orang tuanya untuk berbicara dengan pasangan anda biasanya campur tangan orang tua bisa membantu karena rasa hormat pasangan kepada orang tuanya sehingga dia akan mendengarkan nasehat mereka.Kontrol rasa marah yang membara: rasa marah akan semakin menjadi jika dibiarkan maka bersabarlah jika anda masih menyayangi pasangan. Tanyakan dengan pasangan secara baik-baik apa benar dia selingkuh atau tidak saying lagi kepada anda. Dengan teknik bertanya secara baik tentu pasangan akan menjawab secara baik-baik juga. Jika anda emosi maka pasangan anda pun akan emosi menghadapi pertanyaan anda. Jika jawaban pasangan dia selingkuh tetapi hanya khilap dan masih menyayangi anda maka maafkan kesalahan pasangan dan mintalah dia untuk tidak mengulanginya kembaliBelajar dari kesalahan masa lalu: jika sebelumnya hubungan anda dengan pasangan pernah retak dan putus karena cemburu kemudian anda sekarang kembali bersama lagi dengan pasangan maka belajarlah dari kesalahan masa lalu yang mungkin anda atau pasangan pada waktu lalu tidak ada yang selingkuh hanya saja salah satu dari anda yang terbakar api cemburu akibatnya hubungan anda berdua putusYakin dan percaya dengan pasangan anda: untuk menghindari rasa cemburu yang berlebihan tanamkan dihati anda bahwa pasangan anda tidak akan selingkuh dengan orang lain dan yakinkan hati anda bahwa anda harus percaya dengan pasangan. Tidak perlu curiga jika bukti-bukti yang membuat anda cemburu tidak ada, bisa jadi itu hanya panah syetan yang akan merusak hubungan anda berdua